Senin, 10 September 2012

ramadhan


 


“Sesungguhnya dalam surga terdapat sebuah pintu bernama ar-rayyan, dimana memasuki daripadanya orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat dan yang lain tidak berhak. Dikatakan  “mana orang yang berpuasa?” lantas mereka bangun dan masuk melaluinya. Apabila selesai, pintu itu ditutup dan tiada yang lain yang berhak memasukinya”. (HR Bukhari-Muslim)

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1.        Bulan ramadhan adalah :
a.       Bulan yang penuh barakah
b.      Pada bulan ini pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup
c.       Pada bulan ini setan-setan dibelenggu
d.    Dalam bulanini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada seribu bulan di bulan lain, yakni malam lailatul qadar
e.     Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat agar menahan diri 

2.       Keutamaan beramal di bulan ramadhan antara lain :
a.    Amal itu dapat menutupi dosa-dosa kecil antara setelah ramadhan yang lewat sampai degan ramadhan yang berikutnya
b.      Menjadikan bulan ramadhan memintakan syafaat
c.     Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus bernama rayyan untuk memasuki jannah

SYARAT WAJIB PUASA

1.        @Islam

Dengan demikian orang kafir tidak wajib berpuasa dan tidak wajib mengqada (mengganti) begitulah menurut jumhur (mayoritas) ulama

2.      @ Aqil baligh (berakal dan melewati masa pubertas)

Tidak wajib puasa bagi anak kecil (belum baligh), orang gila (tidak berakal) dan orang mabuk, karena mereka tidak termasuk orang mukallaf (orang yang sudah masuk dalam konstitusi hukum), sebagaimana dalam hadist :
“seseorang tidak termasuk mukallaf pada saat sebelum baligh, hilang ingatan dan dalam keadaan tidur”.

3.      @ Mampu dan menetap

Puasa tidak diwajibkan atas orang sakit (tidak mampu) dan sedang berpergian (tidak menetap), tetapi mereka wajib mengqadanya

SYARAT SAHNYA PUASA
  • Islam 
  •  Berakal
  •  Suci dari haid/nifas sepanjang hari
  •  Dilaksanakan pada waktunya

RUKUN PUASA
  1. Berniat sejak malam hari
  2. Menahan makan, minum, berjima’ di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (magrib)
YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN

Orang mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak berpuasa ramadhan, tetapi wajib mengqada dibulan lain, mereka itu ialah :
  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh
  2. Orang yang berpergian (musafir)
  3. Orang mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa puasa dan tidak wajib mengqada, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin ). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :
  • Umurnya sangat tua dan lemah
  • Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya 
  • Karena mengandung dan khawatir kesehatan dirinya 
  • Penyakit menahun yang tidak ada harapan sembuH
  • Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang  tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
  1. Sengaja makan danminum di siang hari 
  2. Sengaja membuat muntah, bila muntah dengan tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa 
  3. Dengan sengaja berjima’ dengan istri di siang hari ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa 2 bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan 60 orang miskin 
  4. Datang bulan di siang hari ramadhan (sebelum waktu masuk magrib)
HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA
  • Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari 
  • Menta’khirkan mandi junub setelah adzan subuh 
  • Membekam pada siang hari 
  • Mencium istri tetapi tidak sampai berjima’ di siang hari (hukumnya makruh) 
  • Beristinsyak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya 
  • Disuntik disiang hari 
  • Mencicipi makanan asal tidak ditelan

ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN
  1. Segera berbuka apabila sudah waktunya magrib 
  2. Mengakhiri makan sahur 
  3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bersodaqah, banyak menolong) dan banyak membaca alquran 
  4. Menegakkan solat malam/solat tarawih dengan berjamaah 
  5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil
  6. Mengerjakan I’tikaf pada sepuluh malam terakhir 
  7. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf, kalau mau koment pakai bahasa yang sopan ya... terima kasih