12 mei 2011.
Sinar surya ini begitu teriknya. Pandangan kuhampir kabur. Siang yang membuat
semua orang mengeluarkan cairan dari tubuhnya. Orang berlalu lalang melewatiku
untuk mencari makan siang. Siang yang panas.
Namaku gizakya. Aku adalah seorang mahasiswi
prodi DIII kebidanan denagn kampus yang lumayan ternama di Batam. Meskipun dulu
nilai matematika ku tak terlalu baik waktu aku berada di bangku sekolah, tetapi
tekadku untuk masuk dunia kesehatan besar. Terlebih lagi cita-cita ku sewaktu
kecil adalah ingin menjadi seorang Dokter. Mungkin aku terlalu ambius menurut
kalian. Tapi ya. Itu lah aku. Gizakya.
Sekarang aku mau menceritakan masa
waktu aku masih SMA. Sekolah yang amat sangat ku banggakan. Gimana nggak?
Tervaforit di Batam loh. Semua anak yang baru tamat dari SMP pun juga ingin
masuk SMA ku ini. Pertama kali orang tuaku mengininkan aku melanjutkan ke SMK.
Saat itu aku di temani oleh bapakku dan motor tuanya.
Jalan yang panjang ku lewati bersama
bapakku. Kulihat ada 2 orang ibu menggendong anak mereka, sambil membawa air
bersih untuk mandi, minum, masak serta keperluan lainnya. Sangat miris memang
karena orang di luar Batam sering berfikiran orang-orang yang tinggal di Batam
ini adalah orang yang memiliki penghasilan yang tinggi dan mereka pastinya
memiliki kemampuan dalam segi ekonomi. Namun, setelah aku lihat hasil buah
fikir orang yang berda di luar Batam itu salah.
Sesampainya aku dan bapakku di SMK
yang terkenal itu, ku lihat banyak anak-anak mantan dari sekolah SMP lainnya
berkumpul di pagar sekolah itu menungu gerbang terbuka. Maklum sekolah yang
menurutku lumayan elit. Sudah lah jalannya menajak, gedungnya bertingkat-
tingkat. Takjub aku lihatnya.
Tiba-tiba
ada seorang security datang menghampiri kami. Security tiu mengatakan bahwa ambil
no antriannya di pos. Ku ambil no antrianku, wah no 156. Jauh kali. Itu pun
masih ada lagi beberapa no antrian. Setelah ku lihat no itu di belakang nya
tertulis “ jurusan apa yang akan anda pilih a. IT b. elektronika c. mesin
Melihat
itu jurusan yang akan aku ambil bapakku bilang ambil IT aja. Dalam hatiku
berkata, apa sih IT ni, perasaaan SMP aku nggak ada blajar kayak gini. Mending
aku ambil SMA. Itu pikirku.
Wah,jalan-jalan lagi nih. Kami masuk
ke dalam gedung. Ku lihat kelas – kelas ternyata aku lewati kelas IT. Oh ini
toh. Dalamnya “KOMPUTER SEMUA” mati awakk, SMP jarang blajar computer, mana
lagi bahasa inggris ku buruk. Hehe
Kami
melewati tangga demi tangga, sempat- sempatnya ku hitung tangga itu. Lumayan
banyak, ntah berapa jumlahnya agak lupa. Kami memasuki sutu ruangan yang di
pintunya tertulis “ADMINISTRASI”. Didalamnya ada seorang ibu guru yang dari
jauh terlihar perawakannya sudah mulai tua. Aku hanya di luar, sementara yang
masuk ke dalam adalah bapakku. Ibu itu menjelaskan administrasi dan
syarat-syarat untuk bisa masuk ke SMK tersebut. Anehnya syaratnya musti ada
tanda tangan RT/RW atau kelurahan setempat. Ikh, ribet banget sih pikirku. Mau
sekolah atau buat KTP ?. Syarat kedua adalah besok memakai baju seragam jika
sedang ada test tertulis. Dalam hati ku tertawa, karena aku tak memakai baju
seragam, malah baju bebas. Akhirnya aku dan bapakku pulang. Saat di jalan bapakku bilang, yakin mau masuk
sana, lihatlah banyak kali syaratnya. Kalo di pikir – pikir ya juga ya. Ntah
lah jawabku.
Sesampainya aku dirumah, aku
langsung tukar baju dengan seragam SMP ku dulu. Aku katakan pada bapakku, lebih
baik aku lagsung ke SMA yang bapakku anggap favorit itu daripada aku balik ke
SMK tadi. Bapakku kemudian menyetujui keputusanku dan langsung pergi ke SMA
tersebut.
SMA favorit dan terkenal di kota Batam. Ya, memang tak
kalah bagusnya. Malah sekolah ini lebih bagus dari SMK tadi pikirku. Sama
seperti yang di SMK tadi, ambil no lalu isi formulir, menyertakan hasil nilai
SMP. Tak terlalu buruk, lebih gampang ternyata tanpa masuk pake tanda tangan
RT/RW atau lurah. Salah satu guru disana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Maaf, kalau mau koment pakai bahasa yang sopan ya... terima kasih